Urgensi UML dalam Pengembangan OOP
April 9, 2008
Penggunaan bahasa pemograman yang memiliki paradigma bahasa pemograman berbasiskan objek, dalam tahap awal perencanaan pengembangannya harus senantiasa melalui tahap pemodelan. Pemodelan dilakukan setidaknya dikarenakan mempertimbangkan beberapa faktor, sebagai berikut:
- Perlu adanya dokumentasi yang spesifik akan program, namun mudah dimengerti sebagai bahan pegangan oleh pengembang program maupun diskusi dengan client.
- Pemodelan dilakukan sebagai upaya mereduksi kesalahan program sejak awal untuk menekan beban biaya dan waktu yang dibutuhkan.
- Sebagai bahan evaluasi efektif dan efisien secara terus-menerus dalam upaya perampungan program yang akan di kembangkan.
Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. Perlu diketahui pengembangan UML itu sendiri tidak berdasarkan pada bahasa pemrograman tertentu, UML yang berorientasikan objek mempunyai beberapa notasi standar. Menurut catatan sejarah standar spesifikasi UML dijadikan standar defacto oleh OMG (Object Management Group) pada tahun 1997 dan dirintis oleh Grady Booch, James Rumbaugh pada tahun 1994 dan kemudian Ivar Jacobson.
Spesifikasi ini menjadi populer dan standar karena sebelum adanya UML, telah ada berbagai macam spesifikasi yang berbeda. Hal ini menyulitkan komunikasi antar pengembang perangkat lunak. UML mendeskripsikan OOP (Object Oriented Programming) dengan beberapa diagram, diantaranya:
Diagram struktur:
1. Diagram kelas
2. Diagram obyek
3. Diagram komponen
4. Diagram deployment
Diagram perilaku:
1. Diagram use-case
2. Diagram urutan/sekuen
3. Diagram kolaborasi
4. Diagram statechart
5. Diagram aktivitas
UML dalam implementasinya merupakan sebuah perkakas yang tersendiri diluar perkakas bahasa pemograman tertentu seperti UModel keluaran Alvota Org. Visual Paradigm UML keluaran VP Org., dan lain-lainnya.
Di bawah ini contoh penggunaan diagram perilaku user-case, dari salah satu perkakas UML :
Untuk contoh diagram struktur kelas :
Entry Filed under: Pemograman dan Database. Tag: Pemograman dan Database; Data Base.








Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed