Struktur Kontrol (Follow of Control) dalam Bahasa Java
Mei 15, 2008
“Follow of Control” merupakan suatu term bagaimana memutuskan suatu statement dieksekusi, dimana dalam implementasinya hal tersebut dapat dituangkan dalam bentuk percabangan-kondisi ataupun perulangan-kondisi (Looping). Dalam Java statement yang berlaku untuk percabangan diantaranya if-else, switch-case, break dan continue sedangkan untuk perulangan berlaku statement for, while dan do-while.
Di bawah ini saya perlihatkan suatu program dalam class ImprovedFibonanci, yaitu memanipulasi deret fibonanci dengan memberikan tanda asterik “*” bagi element deret yang bernilai genap.
public class ImprovedFibonanci{
public static void main(String[] args){
int lo = 1;
int hi = 1;
int Indeks_Maks = 10;
System.out.println(“1: “+lo);
for (int i = 2; i < Indeks_Maks; i++){
String Asterik;
if (hi % 2 == 0)
Asterik = “*”;
else
Asterik = “”;
System.out.println(i +”: “+hi+Asterik);
hi = hi + lo;
lo = hi – lo;
}
System.exit(0);
}
}
yang akan menghasilkan keluaran sebagai berikut:
1: 1
2: 1
3: 2*
4: 3
5: 5
6: 8*
7: 13
8: 21
9: 34*
Pada contoh kasus diatas kita membangun suatu program dengan menggunkan beberapa teknik yang berhubungan dengan struktur alur perulangan, terlihat untuk looping di atas program mengeluarkan nilai ke user dengan menggunakan for. Looping ini mengeksekusi perintah sebanyak n kali sehingga kondisi yang ada tidak terpenuhi lagi.
Looping dengan menggunakan while mempunyai arti bahwa pengecekan kondisi terlebih dahulu untuk mengetahui terpenuhinya atau tidak suatu kondisi guna melakukan eksekusi statement pada blok “{dan}” yang ada, di bawah ini contoh penggunanaan while untuk potongan program diatas:
int i = 2;
while(i < Indeks_Maks){
String Asterik;
if (hi % 2 == 0)
Asterik = “*”;
else
Asterik = “”;
System.out.println(i+”: “+hi+Asterik);
hi = hi + lo;
lo = hi – lo;
i++;
}
do-while merupakan looping yang ekivalen dengan for yaitu mengeksekusi perintah/statement yang ada pada blok “{dan}” terlebih dahulu hingga kondisi yang ditentukan tidak terpenuhi lagi. Adapun penerapannya dapat kita lihat pada potongan program di bawah ini untuk ImprovedFibonanci:
int i = 2;
do{
String Asterik;
if (hi % 2 == 0)
Asterik = “*”;
else
Asterik = “”;
System.out.println(i+”: “+hi+Asterik);
hi = hi + lo;
lo = hi – lo;
i++;
}while(i < Indeks_Maks);
Sebagaimana dapat kita perhatikan bersama, ketiga penerapan perulangan (looping) diatas tersebut dalam setiap pembaharuan koreksi kondisi dari nilai i=2 hingga memenuhi kondisi i lebih kecil dari Indeks_Maks menggunakan operator++ (increment) dalam memperbaharui nilai variabel i pada putaran berikutnya.
Kita perhatikan secara seksama sekali lagi contoh program ImprovedFibonanci diatas, dalam operasionalnya selain menggunakan looping juga terjadinya suatu proses penyeleksian kondisi dinama jika nilai hi ketika di bagi dua memiliki sisa nilai sebesar nol melalui operasi matematikal mod/ % maka Asterik bernilai String “*” dan jika tidak bernilai String “”. Nilai Asterik yang ada nantinya akan digunakan sebagai keluaran yang di concatenation- kan dengan String yang lain.
Entry Filed under: Pemograman dan Database. Tag: Pemograman dan Database; Data Base.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1. Materi Teknik Kompilasi « Gugifirmansyah’s Weblog | Oktober 24, 2008 at 12:43 pm
[...] lanjutan dan contoh programnya [...]
2. MATERI TEKNIK KOMPILASI « Erihadiyana’s Weblog | Oktober 25, 2008 at 8:16 am
[...] lanjutan dan contoh program [...]