KAJIAN TEORITIS WEB-BASED BLENDED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN TWITTER

file selengkapnya unduh >>>

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ditengah-tengah kehidupan saat ini merupakan suatu kenyataan baru bagi upaya peningkatan mutu pembelajaran di negeri ini. Telah diketahui bersama bahwa, sekian juta jiwa masyarakat kita dari segala tingkatan umur dan kedewasaan yang ada telah dapat menggunakan dan memanfaatkan keberadaan TIK ini sebagaimana kita dapat memperhatikan dengan hadirnya konsep dan aplikasi yang berupa egovernment, ecommerce, ecommunity, elearning dan lain sebagainya.

Jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

Pengertian Elearning

Secara filosofis Cisco (2001) menjelaskan elearning sebagai berikut. Pertama, elearning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara online. Kedua, elearning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Ketiga, elearning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat, kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar content dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

Dong (dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan elearning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Berbeda sedikit dengan Dong, Surjono (2009) sistem elearning dapat diimplementasikan dalam bentuk asynchronous, synchronous, atau campuran antara keduanya. Sedangkan Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan elearning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.

Karakteristik Elearning

Ciri pembelajaran dengan eleaning adalah terciptanya lingkungan belajar yang flexible dan distributed (Surjono, 2009). Elearning sebagai alternatif pembelajaran konvensional, memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Menurut Soekartawi (2003) elearning memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif lebih mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal protokoler.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks). Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
  3. Memanfaatkan jadwal peserta didik, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
  4. Mempercepat komunikasi.

Metode Penyampaian Elearning

Menurut Wahono (2005) metode penyampaian elearning dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Synchronous System, Aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, video conference, dan sebagainya.
  2. Asynchronous System, Aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: web forum, email, dan sebagainya.

Sedangkan Surjono (2009) dengan pernyataan yang serupa menyatakan bahwa sistem elearning dapat diimplementasikan dalam bentuk asynchronous, synchronous, atau campuran antara keduanya. Contoh elearning asynchronous banyak dijumpai di internet baik yang sederhana maupun yang terpadu melalui portal elearning biasanya berbentuk tutorial. Sedangkan dalam elearning synchronous, pengajar dan siswa harus berada di depan komputer secara bersama-sama karena proses pembelajaran dilaksanakan secara live, baik melalui video maupun audio conference.

Definisi Blended Learning

Model Blended Learning ini pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Menurut Semler (2005):

“Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.”

Definisi Layanan Jejaring Sosial

Layanan jejaring sosial didefinisikan sebagai sebuah peta dari semua pertalian antara struktur sosial organisasi yang diikat oleh satu atau lebih tipe relasi, seperti ide, teman, perdagangan atau link web. (diterjemahkan dari www.signature.gb.com atau glossary.htm).

Dapat dikatakan bahwa layanan jejaring sosial ini merupakan struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul individu atau organisasi yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain.  Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

Situs Jejaring Sosial Twitter

Twitter merupakan jaringan sosial dan layanan micro-blogging yang dikembangkan di San Francisco dan pertama diluncurkan pada bulan Oktober 2006.  Twitter memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang dikenal sebagai tweets. Tweets adalah pesan berbasis teks hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil penulis dan dikirimkan ke pelanggan penulis yang dikenal sebagai pengikut (followers) dan penulis sendiri pun dapat berlangganan kepada penulis yang lainnya, adapun orang yang diikuti dinamakan dengan yang diikuti (following).

Twitter Platform

Twitter dikategorikan sebagai Web berbasis Internet Relay Chat (IRC) client, yang menggunakan antarmuka web Ruby on Rails framework dan dikembangkan dengan Enterprise Edition Ruby. Twitter pada perkembangannya telah meluncurkan  Application Programming Interface (API) untuk pengembangan aplikasi-aplikasi web ataupun mobile dengan Twitter API sebagai platfromnya. Twitter API secara global terdiri dari dua methods, yaitu RESH API dan Search API.

Twitter API sepenuhnya berbasiskan HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang merupakan mekanisme standar untuk mengakses data pada web. Methods untuk permintaan data pada Twitter API membutuhkan GET request. Sedangkan untuk methods permintaan submit, change, dan destroy pada data senantiasa membutuhkan POST request. Adapun format data yang didukung oleh Twitter API ini diantaranya ialah format data XML, JSON, RSS, dan ATOM.

Methods Twitter API

Twitter API secara global terdiri dari dua methods, yaitu RESH API dan Search API. Methods RESH API yaitu memungkinkan para pengembang untuk dapat mengakses data inti dari Twitter, seperti update tiimelines, status data, dan informasi pengguna. Sedangkan methods Search API memungkinkan para pengembang untuk dapat berinteraksi dengan Twitter Search dan Trends Data. Dengan twitter search, para pengembang dapat melakukan pencarian secara real-time terhadap informasi yang mengalir di layanan Twitter, dimanan pencarian itu sendiri menggunakan Search API Docs yang merupakan bagian dari Twitter API Docs.

OAuth Protocol

Di bawah ini contoh penggunaan OAuth protokol dalam melakukan konfigurasi aplikasi untuk meminta dan mengakses data.

$configuration = array(

‘version’ => ’1.0′,

‘requestScheme’ => ‘POST’,

‘signatureMethod’ => ‘HMAC-SHA1′,

‘callbackUrl’ => ‘http://mytwitterclient.tld/callback.php’,

‘requestTokenUrl’ => ‘http://twitter.com/oauth/request_token’,

‘authorizeUrl’ => ‘http://twitter.com/oauth/authorize’,

‘accessTokenUrl’ => ‘http://twitter.com/oauth/access_token’,

‘consumerKey’ => ’8LpI2Oab2XXXXXXXXXX’,

‘consumerSecret’ => ‘N5mFp581O0fKyGjzvXXXXXXXXXXXXXXXX’

);

Implementasi OAuth Protocol

Implementasi protokol OAuth merupakan bagian terpenting dari pemanfaatan awal serta menyeluruh bagi Twitter API. Salah satu implementasi yang paling populer ialah menggunakan OAuth Protocol sebagai kerangka dalam perijinan mengakses data inti di Twitter dengan mengintegrasikan layanan ketiga terhadap Twitter yang diistilahkan dengan “Sign in with Twitter”.

file selengkapnya unduh >>>

One Response

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Andri Indrawan, Andri Indrawan. Andri Indrawan said: KAJIAN TEORITIS WEB-BASED BLENDED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN TWITTER: http://wp.me/pcRnK-2J [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: