Flash Recovery Area: Oracle 10g

Semakin tingginya tingkat perkembangan teknologi informasi, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan informasi yang disimpan dalam database. Suatu perusahaan atau organisasi besar, senantiasa melakukan penyimpanan dan pengelolaan jutaan record/ data tiap harinya, data tersebut harus senantiasa up to date dan dapat memenuhi segala dinamika permintaan data yang ada. Lalu bagaimana jika data tersebut hilang atau sistem dalam database yang ada rusak?, sebenarnya banyak fitur dan teknik yang ditawarkan oleh Oracle agar dapat menangani dan mengantisipasi dari kejadian buruk tersebut.

Flash Recovery Area merupakan jawabannya, ini merupakan salah satu fitur yang dimiliki Oracle untuk menjalankan operasi recovery dan backup data dalam database. ada beberapa jenis flash recovery area dalam Oracle, yaitu :

  1. Single directory
  2. Entire file system, dan
  3. Automatic Storege Management (ASM)

Komponen-komponen Flash Recovery Area

  • Control File

Yaitu ketika Database diciptakan, maka secara copy berkas Control File diciptakan pula di dalam Flash Recovery Area

  • Archived Log File

Ketika konfigurasi pada Flash Recovery Area dilakukan, parameter LOG_ARCHIVE_DEST_10 di dalam file init.ora (parameter inisialisasi) secara otomatis mengeset lokasi penyimpanan Flash Recovery Area. Archived log file sendiri tercipta melalui proses ARCn di dalam lokasi Flash Recovery Area atau lokasi yang didefinisikan oleh LOG_ARCHIVE_DEST_n.

  • Flashback Logs

Flashback logs tersimpan di dalam Flash Recovery Area yang memungkinkan fungsi Flashback dapat digunakan.

  • Control File dan SPFILE Backups

Flash Recovery Area selalu menyimpan Control File dan SPFILE backups hingga secara otomatis dimunculkan oleh RMAN (Recovery Manager) ketika RMAN melakukan konfigurasi terhadap control file autobackup.

  • Data File Copies

Flash Recovery Area selalu menyimpan data file copies.

  • RMAN Backup Sets

Setting tujuan default dari backup dan image copies senantiasa dihasilkan oleh RMAN pada Flash Recovery Area.

Menyeting Flash Recovery Area dengan Menggunakan Perintah SQL

Dalam melakukan penyetingan, ada dua parameter inisialisasi yang mesti kita perhatikan, yaitu:

  • DB_RECOVERY_FILE_DEST_SIZE, dan
  • DB_RECOVERY_FILE_DEST

Kedua parameter diatas digunakan untuk membuat Flash Recovery Area dapat digunakan tanpa harus melewati prosesi Shutting down dan Restarting Database Instance. DB_RECOVERY_FILE_DEST_SIZE digunakan untuk mendefinisikan seberapa besar size yang diperlukan untuku merecovery seluruh data yag dibutuhkan, sedangkan DB_RECOVERY_FILE_DEST digunakan untuk menentukan lokasi penyimpan data yang direcovery. Untuk mendapatkan estimasi ruang/size yang mesti di set pada recovery, sebaiknya kita lihat tabel dibawah ini.

Database Elements

Estimazed Size (MB)

Image Copies of all Database

1200

Incremental Backups

256

Archived redo logs retained for backup to tape

96

Oline redo logs

48

Control Files

6

Control Files auto backups

6

Flash Recovery Logs

96

Oracle Recommended Size

1708

Minimum Size

96

Kalau melihat dari spesifikasi ruang yang dibutuhkan diatas, maka sebaiknya untuk mengambil langkah aman ialah dengan mengeset size recovery setidaknya sebesar 20 giga walapun Oracle merekomendasikan sebesar 17,08 giga.

Adapun contoh konfigurasi size pada recovery area ialah:

ALTER SYSTEM

set db_recovery_file_dest_size = 25g scope = both;

konfigurasi diatas untuk merubah size flash recovery area yang sudah ada secara default ketika instalisasi Oracle 10g tepatnya dalam direktori tempat beradanya seluruh berkas database yang kita buat, sedangkan jika kita hendak membuat flash recovery area yang lain maka ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan.

  1. Kita hendaknya membuat dulu direktori yang akan kita set sebagai flash recovery area lain yang diaktifkan. Direktori default C:\oracle\product\10.2.0\flash_recovery_area maka pada direktori ..\10.2.0\ kita buat folder baru, misal ..\flash_recovery_area2.
  2. Konfigurasi recovery ke directory yang kita akan tentukan.

ALTER SYSTEM

set db_recovery_file_dest = C:\oracle\product\10.2.0\flash_recovery_area2

scope = both;

  1. Secara default size yang terset ialah size yang sama dengan size akhir konfigurasi pada flash recovery area yang aktif sebelumnya, jika memandang perlu untuk merubah maka lakukan set size seperti sebelumnya.

*untuk dapat mengkonfigurasi flash recovery area, maka kita loggin sebagai sysdba.

Selain cara diatas, kita mengkonfigurasi Recovery Area melalui SQL Commands, melalui EM Database Control, yaitu dengan meng-klik link Maintance pada Tab dan pada kolom Backup/Recovery Setting klik link Recovery Settings.

Setelah masuk pada pege Recovery Setting, pada kolom Recovery Setting untuk kotak teks Flash Recovery Area Location isikan path direktori yang dihendaki dan pada kotak teks Flash Recovery Area Size isikan jumlah size yang dikehendaki, lalu klik button Apply.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: