Fuzzy Logic untuk Sebuah Ketidakpastian

Unduh File Selengkapnya >>>

Fuzzy atau kekaburan, senantiasa kita jumpai di mana-mana dalam keseharian hidup kita. Misal, seseorang yang bertanya kepada sekelompok temannya, “Siapakah yang sudah memiliki kartu tanda penduduk?”, maka sekelompok teman itu akan terbagi menjadi dua himpunan secara tegas yaitu kelompok yang sudah memiliki KTP dan kelompok yang belum memilikinya. Tetapi lain halnya jika pertanyaan itu berupa, “Siapakah diantara kalian yang merupakan warga negara yang baik?”, maka akan timbul keragu-raguan dalam benak sekelompok teman itu, apakah mereka termasuk kepada “yang baik” atau tidak. Batasan antara yang “yang baik” dan “tidak baik” merupakan kondisi yang kontradiktif, dimana penekanan ekstrim hitam-putih yang coba diberlakukan secara tegas, sedangkan kata “baik” itu sendiri memiliki derajat yang beragam dalam kenyataannya dikehidupan yang memang amat kompleks ini.

Kekaburan dan ketidakjelasan diatas dipahami merupakan sebagian dari bentuk yang ada disekeliling kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti[1]:

  1. Ambiguity, yang terjadi karena suatu kata/istilah mempunyai makna yang ganda, misalnya “bisa” yang dapat berarti “dapat” atau “racun” dari ular berbisa.
  2. Randomness, yaitu ketidakpastian mengenai sesuatu hal karena hal itu memang belum terjadi atau akan terjadi. Misalnya mengenai keadaan cuaca esok hari yang hujan atau tidak dan masa depan dari seseorang.
  3. In-Completeness, ketidakjelasan akibat dari ketidaklengkapannya informasi yang ada terhadap sesuatu, misalnya keadaan yang ada pada kehidupan ruang angkasa.
  4. Imprecision, yang disebabkan oleh keterbatasan alat dan metode untuk mengumpulkan informasi. Misalnya ketidaktepatan dari hasil pengukuran dalam fisika atom.
  5. Kekaburan semantik, yaitu kekaburan yang disebabkan karena makna dari suatu kata/istilah yang tidak dapat didefinisikan secara tegas, misalnya cantik, tinggi, dan sebagainya.

Untuk kekaburan yang dimaksud dalam pembahsan ini, serta jenis kekaburan yang dicontohkan diatas merupakan jenis kekaburan semantik.

Unduh File Selengkapnya >>>


[1] Susilo Frans, SJ. Himpunan dan Logika Kabur serta Aplikasinya, hal. 2, Graha Ilmu, Yogyakarta 2006.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: