MAU DIBAWA KEMANA HUBUNGAN KITA?

unduh file >>>

Sebuah ilustrasi yang lain

Seorang Ayah memerhatikan anaknya. Sang Ayah itu melihat bahwa anaknya sering menolak jika di suapi makan oleh Istrinya, rupanya anak tersebut lebih menggemari jajanan ketimbang makan makanan yang bernutrisi. Ayah tersebut mengetahui secara pasti bahwa hal itu akan bedampak buruk bagi kesehatan anaknya, maka sang Ayah berupaya untuk memberikan pengertian pada anaknya agar senantiasa menyadari bahwa makan merupakan hal yang baik bagi dirinya. Dengan berbagai rayuan dan peringatan yang dilancarkan Ayahnya, sang anak yang menyadari bahwa sepeda mini yang didambakannya merupakan hal yang baik bagi dirinya dan dikurangi jatah uang jajan merupakan sesuatu yang buruk bagi dirinya maka sang anak bersedia membiasakan diri untuk makan.

Dari cerita diatas, terlihat adanya perbedaan pengetahuan yang dimiliki oleh sang Ayah sebagai orang tua terhadap pengetahuan anaknya. Dalam upaya pencapaian kesadaran, adanya tingkatan kesadaran yang terjadi dalam upaya sang anak memahami maksud kebaikan dari orang tuannya hanya baru sebatas dari kebaikan imbalan yang dapat ia peroleh dari kemauannya untuk makan ketimbang jajajan. Adapun kehendak bebas dari sang Ayah terhadap kondisi anaknya memustahilkan untuk menelentarkan kondisi tersebut. Namun dari segi kekurangan pengetahuan dari dampak tidak terbiasa makan oleh sang anak memungkinkan untuk memilih mempertahankan kondisi tersebut. Kebebasan kehendak dalam hal ini merupakan keniscayaan dari seluruh keberadaan hubungan sang Ayah dan anak tersebut.

Pertanyaan: Apakah dengan kesempurnaan pengetahuan (global maupun partikular) yang dimiliki Tuhan akan ciptaannya (dalam hal ini manusia), jika ditinjau dengan pengetahuan Tuhan akan nasib dari seseorang akan keberadaannya di akhirat nanti, yaitu surga atau neraka, maka apakah akan tidak bernilai seluruh ikhitari yang dilakukan seseorang tersebut jika pada pengetahuan Tuhan ia akan masuk neraka dengan hidupnya yang senantiasa menghindari diri dari dosa?

Jabaran pertama

Tuhan menciptakan keberadaan yang lain (termasuk manusia) berdasarkan keber-ada-an diriNya. Pengetahuan keber-ada-an diriNya tersebut niscaya sempurna baik dari prespektif ke-global-annya maupun ke-terperinci-annya (particular).

Jabaran kedua

Dalam menciptakan keberadaan sesuatu (dalam hal ini manusia), niscaya Tuhan memiliki pengetahuan akan sesuatu yang akan diciptakannya tersebut baik secara utuh-menyeluruh (global) maupun terperinci (particular).

Jabaran ketiga

Nasib merupakan suatu pahaman yang hadir dari sebuah hubungan (relasi) dari dua keberadaan, yaitu manusia dengan kehidupan akhirat. Dalam kasus lain, relasi tersebut dapat kita jumpai dari adanya hubungan antara keberadaan Tuhan dan manusia, yaitu penciptaan. Maka pada dasarnya yang benar-benar realitas disini ialah akhirat, manusia dan Tuhan itu sendiri bukannya relasi.

Jabaran keempat

Keberadaan manusia pada dasarnya dihadapan Tuhan itu sama dengan keberadaan ciptaannya yang lain yaitu sebagai makhluk ciptaannya, dimana hukum-hukum penciptaan (dihadapan Sang Pencipta) senantiasa mengikat keberadaan manusia tersebut, missal hudust, fana, bergantung, kekurangan, dan lain-lain. Sedangkan Tuhan sebagai pencipta disifati, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Memberi, Maha Memperingati, Maha Menepati Janji dan lain-lain.

Jabaran kelima

Jika ditinjau kembali bahwa relasi hanya realitas dalam pahaman manusia, bukan realitas yang berada di luar manusia maka keberadaanya bergantung pada manusia tersebut. Pahaman manusia jika dihadapan Tuhannya maka senantiasa terlingkupi oleh pengetahuan Tuhan itu sendiri. Pengetahuan Tuhan akan nasib manusia mengenai kehidupannya setelah mati, apakah akan masuk ke neraka maupun surga merupakan pengetahuan yang satu (utuh) artinya tidak ada pemisahan secara zaman antara fase manusia  sebelum dan dilahirkan, hidup, mati dan masuk surga atau neraka. Sedangkan zaman itu sendiri merupakan pahaman manusia dari keberadaan sesuatu yang senantiasa bergerak. Sedangkan gerak itu sendiri merupakan keterbatasan manusia dalam memandang sesuatu yang senantiasa dibatasi oleh ruang.

Jabaran keenam

Dengan keterbatasan manusia yang beruang dan bergerak, maka keterbatasan akan pengetahuannya mengenai sesuatu yang menembus batasan ruang dan waktu itu sendiri pun menjadi dasar adanya suatu hal yang dinamakan dengan harapan, diamana harapan mengindikasikan adanya sesuatu yang belum terjadi atas kehendak diri. Kehendak diri tersebut mengharuskan upaya (ikhitiari) dalam mewujudkannya hingga proses ikhitiar itu dinamakan dengan tujuan. Surga yang merupakan harapan manusia untuk hidup bahagia dan sentosa setelah matinya dijadikan sebuah tujuan yang pula digariskan oleh Tuhan berdasarkan pengetahuanNya atas manusia sebagai ciptaanNya.

Jabaran ketujuh

Ikhtiar merupakan kebebasan berkehendak. Peninjauan ikhtiar dari segi upaya untuk penyempurnaan dari kekurangan maka bersifat negatif jika disifati pada Tuhan Yang Maha Sempurna. Konsep keutuhan kehendak Tuhan (dalam istilah lain sering dikatakan determinis jika dihubungkan dengan ciptaaNya) merupakan seuatu hal yang positif, karena ketidakadaan ihktiar disana menunjukan ketidakadannya dari segi ketidak sempurnaanNya Tuhan. Hal ini dapat kita jumpai dari kemestiaannya manusia yang serba membutuhkan, missal oksigen untuk bernapas, air untuk hidup, dan lain-lain. Sebab-akibat sebagai rule of basic dari gerak manusia pun merupakan hal yang mesti dan tidak perlu dinyatakan sebagai sebuah keterpaksaan karena dengan segala hal tersebutlah segala bentuk kesempurnaan yang menyenangkan dapat di ikhtiarkan.

Sedangkan disisi yang lain, ikhtiar yang dimaksud sebagai upaya untuk penyempurnaan dari kekurangan merupakan hal positif bagi manusia karena dengan hal itu menyebabkan adanya kesempurnaan dari kekurangan yang dimiliki manusia tersebut.

Wassalamu ála Rasulillah wa ‘ala Aimmah al-Muslimin.

unduh file >>>

Hadiah untuk Sang Pengelana

Oleh Andri Indrawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: